Dilatasi dan kuretase atau Dilatasi Kuret (D&C) merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk membuka leher rahim (serviks) kemudian mengambil atau membersihkan jaringan dari dalam rahim menggunakan alat khusus. Tindakan ini termasuk prosedur yang telah lama digunakan dalam bidang obstetri dan ginekologi dengan berbagai tujuan diagnostik maupun terapeutik.
Banyak masyarakat mengenal D&C hanya sebagai tindakan setelah keguguran. Padahal, prosedur ini juga dapat dilakukan untuk membantu mencari penyebab perdarahan rahim yang tidak normal, mengambil sampel jaringan endometrium, maupun menangani kondisi tertentu sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Karena merupakan tindakan medis yang memiliki indikasi khusus, keputusan melakukan D&C selalu didasarkan pada evaluasi klinis, hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta pemeriksaan penunjang seperti USG.
Istilah dilatasi berarti proses melebarkan atau membuka serviks agar dokter dapat mengakses rongga rahim.
Sementara itu, kuretase adalah proses mengambil jaringan dari lapisan dalam rahim menggunakan alat berbentuk sendok kecil (kuret) atau alat hisap khusus, tergantung tujuan tindakan.
Saat ini, pada banyak kasus, dokter juga menggunakan metode aspirasi vakum karena dinilai lebih lembut terhadap jaringan rahim dibandingkan penggunaan kuret tajam pada indikasi tertentu.
Prosedur D&C dapat dilakukan untuk tujuan diagnosis maupun pengobatan.
Dokter dapat mengambil sampel jaringan endometrium untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.
Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi penyebab:
Pada kondisi tertentu, D&C digunakan untuk membantu menangani:
Jangan Ragu untuk konsultasi dengan dokter dan tim medis kami. semua privasi kami jaga.
0821-3003-9905
Chat dengan Kami
0821-3003-9905
Hubungi Kami
07.00-16.00 WIB
Setiap Hari
Tidak semua pasien membutuhkan tindakan ini.
Dokter akan mempertimbangkan D&C apabila terdapat indikasi medis, antara lain:
Keputusan tindakan selalu mempertimbangkan manfaat, risiko, kondisi kesehatan pasien, usia, serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
Sebelum menjalani prosedur, pasien akan menjalani konsultasi dengan dokter.
Tahap persiapan umumnya meliputi:
Pada pasien yang menggunakan anestesi tertentu, dokter dapat memberikan instruksi untuk berpuasa beberapa jam sebelum prosedur.
Lama tindakan umumnya relatif singkat, meskipun keseluruhan proses dapat memerlukan waktu lebih lama karena persiapan dan pemulihan.
Secara umum, tahapan tindakan meliputi:
Pasien diposisikan di meja tindakan. Dokter dan tim medis akan memastikan kondisi pasien stabil sebelum memulai prosedur.
Jenis anestesi disesuaikan dengan kondisi pasien dan kebutuhan prosedur, dapat berupa anestesi lokal, regional, sedasi, atau anestesi umum.
Serviks dibuka secara bertahap menggunakan alat khusus agar akses menuju rongga rahim menjadi lebih aman.
Dokter mengambil jaringan dari dalam rahim menggunakan alat yang sesuai dengan tujuan tindakan.
Setelah tindakan selesai, pasien akan dipantau hingga kondisi stabil sebelum diperbolehkan pulang apabila tidak memerlukan perawatan lanjutan.
Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari, tergantung kondisi kesehatan, jenis tindakan, serta penilaian dokter.
Selama masa pemulihan, dapat muncul:
Keluhan tersebut biasanya berangsur membaik dalam beberapa hari.
Agar proses penyembuhan berjalan optimal, pasien umumnya dianjurkan untuk:
Dokter juga dapat memberikan anjuran untuk sementara waktu menghindari hubungan seksual atau memasukkan apa pun ke dalam vagina hingga proses penyembuhan dinilai baik.
Walaupun tergolong prosedur yang umum dilakukan, D&C tetap memiliki risiko seperti tindakan medis lainnya.
Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
Risiko setiap pasien dapat berbeda sehingga dokter akan menjelaskan manfaat dan kemungkinan komplikasi sebelum tindakan dilakukan.
Segera mencari pertolongan medis apabila setelah tindakan muncul:
Gejala tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi komplikasi.
Pada sebagian besar kasus, D&C tidak menyebabkan gangguan kesuburan permanen.
Bila prosedur dilakukan sesuai indikasi medis dan proses penyembuhan berlangsung baik, banyak perempuan tetap dapat memiliki kehamilan yang sehat di masa mendatang.
Meski demikian, kondisi yang mendasari perlunya tindakan atau komplikasi yang jarang terjadi dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Karena itu, konsultasi lanjutan dengan Klinik Aborsi penting untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Selama prosedur berlangsung pasien mendapatkan anestesi atau sedasi sesuai kebutuhan sehingga rasa nyeri dapat diminimalkan. Setelah tindakan, kram ringan masih dapat dirasakan dan biasanya membaik dengan obat yang diresepkan dokter.
Prosedurnya sendiri sering kali berlangsung sekitar 15–30 menit, tetapi waktu keseluruhan dapat lebih lama karena persiapan, anestesi, dan observasi setelah tindakan.
Hal ini bergantung pada kondisi pasien dan jenis pekerjaannya. Banyak pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari setelah mendapat izin dari dokter.
Ya. Pemeriksaan kontrol membantu dokter memastikan proses penyembuhan berjalan baik, mengevaluasi hasil pemeriksaan jaringan bila dilakukan biopsi, serta menangani keluhan yang masih dirasakan.